About Me
- Kaharuddin Anwar
- Indonesia
- Alamat: Jl. Andi Nohong No.51 , Panreng, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kode Pos 91652. Email : kaharuddin.anwar@gmail.com FB : Kaharuddin Anwar Pin BBM : 53BBE933 atau lewat telpon/sms di: LINE, WHATSAPP, WECHAT (aktif) 082332115544 dan 081342115544
Sunday, July 22, 2012
Sarang Walet di Tinggal Pergi
Haji Iwan, saat mengontrol gedung waletnya di lingkungan pasar Kota Palangkaraya, sedikitmengernyitkan dahi. Ia dengan serius mengamati beberapa sarang walet di atas rukonya. Jaritelunjuknya menunjuk ke papan sirip. Lalu jarinya menunjuk ke lantai. Sesaat kemudian, jarinyaditempelkan di kening. Dahi haji muda ini berkerut. Matanya menatap saya. Bibirnya terkatup. Tapisaya paham, ia hendak bertanya tentang sesuatu. Tentang kasus sarang yang ditinggal pergi walet.Saya lalu menjelaskan secara rinci dan detail. Haji gaul ini mengangguk tanda mengerti. Iwanadalah anak ke 3 Bp H. Abdul Gafur, pemain walet number one di Palangkaraya. Karena prestasikerja saya, di tahun 2005 lalu saya dan keluarga mendapat bonus umroh ke tanah suci bersamakeluarganya.Sarang ditinggal pergi, adalah fenomena yang acap terjadi pada sebuah gedung walet. Burung waletyang hendak membikin sarang, umumnya akan melalui observasi terlebih dahulu. Walet akanmemilih tempat yang menurutnya aman dan nyaman. Jika walet sudah memutuskan satu tempattertentu, maka segera ia membangun sarangnya secara perlahan-lahan. Tetapi kenapa sarang yangtelah dibangunnya ditinggal pergi ? Kadang kita melihat leletan liur walet di papan sirip ataufondasi sarang yang tidak diteruskan. Pada papan sirip lain kadang kita melihat juga sarang walet yang sudah jadi, tapi tak ada penghuninya. Ini bisa diketahui karena di bawahnya tidak terdapatkotoran walet. Atau jika ada kotoran, namun sudah kering. Saya menyebut sarang tersebut sebagaisarang tidak aktif. Ada sarangnya tak ada burungnya. Tandanya, tak ada kotoran di lantai.Ada beberapa penyebab, antara lain pertama: Papan sirip yang semula kering, namun karena terjadikebocoran pada dak/ plafon, lalu rembesan airnya membasahi bidang papan sirip. Walet lalu akan pindah ke papan sirip lain. Sirip yang basah akan membuat daya rekat liur walet menjadi berkurang.Walet merasa tidak aman membangun sarang di tempat basah Walet kuatir kekuatan sarangnyatidak tahan lama dan mudah lepas. Kedua : Ada kemungkinan salah satu pasangan mati, sehinggawalet harus mencari pasangan baru dan memilih tempat baru. Ketiga : Walet terganggu karena ada predator, misalnya tikus, tokek, cicak, atau kecoak. Walet kurang nyaman lagi, atau bahkanterancam jiwanya. Keempat, bisa juga karena faktor kelembapan ruangan/ gedung yang semula,misalnya 85 % karena air yang ada di kolam/ baknya kering, akhirnya kelembapan turun menjadi 50%, sehingga ruangan menjadi kering. Walet merasa tak nyaman lagi membikin sarang di tempatkering. Air liurnya susah keluar dari tenggorokannya. Kelima, bisa juga karena twiter di papan siripmati, atau sound system suara rekaman walet rusak sehingga tak ada bunyi suara walet. Padagedung baru, bukankah walet masuk gedung karena ada suara rekaman walet? dan walet menginapkarena ada suara elektronik itu ? Jika suara tak ada lagi, walet akan pindah ke gedung yang ada bunyi suara walet, meskipun hanya berupa rekaman.Masih ada penyebab lain sehingga walet pindah tempat bahkan pindah gedung lain meski sudahmembikin sarang. Seperti dialami member saya di Subang-Jawa Barat. Yaitu, ia menyemprotkancairan perangsang/ parfum walet di papan-papan sirip dan pada dinding gedung sesuai advis dari penjualnya. Tujuannya agar populasi walet bertambah banyak. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,sebagian waletnya kabur pindah ke gedung lain.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment