About Me
- Kaharuddin Anwar
- Indonesia
- Alamat: Jl. Andi Nohong No.51 , Panreng, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kode Pos 91652. Email : kaharuddin.anwar@gmail.com FB : Kaharuddin Anwar Pin BBM : 53BBE933 atau lewat telpon/sms di: LINE, WHATSAPP, WECHAT (aktif) 082332115544 dan 081342115544
Sunday, July 22, 2012
Warna Sarang Burung Walet Coklat Kardus
Kualitas sarang walet yang jelek antara lain di tentukan oleh warna sarang. Pernahkah anda melihatsarang walet berwarna coklat mirip warna kardus? Kasus ini terjadi disebabkan karena faktor apa?Karena faktor lokasikah ?, karena soal pakan waletkah? karena faktor kondisi gedung yang jorok dan kotor?Harga sarang walet yang kualitas jelek begini, bisa jatuh. Teman saya, sebut saja nama Mr X, yanggedung waletnya terletek di Pagatan-sebuah daerah terpencil di Kalimantan Tengah, pusingmemikirkannya. “ Kenapa sarang waletku begini jelek? Dimana letak kesalahan sehingga sarangmenjadi berwarna coklat…? “ keluhnya suatu hari melalui telepon. Padahal, sebelumnya kualitassarang gedung teman saya ini sering diacungi jempol oleh para tengkulak Jakarta dan Surabaya.Bisakah kualitas sarang pulih seperti dulu, putih bersih?Kasus serupa juga di alami teman saya, sebut saja namanya Mr Y, di sumatera, tepatnya di PulauLaut, 2 jam perjalanan dari Jambi melewati Muara Sabak. Hasil sarangnya sudah 3 tahun ini berwarna kuning kusam, sebagaian besar lainnya coklat kardus.Harganyapun anjlok. Para tengkulak sarang burung pasti akan mematok harga lebih rendah di banding sarang yang warnanya putih.Populasi burung walet di gedung milik Mr X maupun gedung Mr Y sudah mencapai puluhan ribu,dengan jumlah sarang mencapai sekitar 6000 an keeping.Mengapa terjadi sarang berwarna kotor? Pada prinsipnya, liur yang keluar dari paruh burung waletini berwarna putih bening. Proses pembuatan sarang hingga selesai memakan waktu sekitar 2 bulan.Selama proses ini, liur walet akan tetap putih atau berwarna lain, tergantung dari pengaruhkebersihan udara gedung. Jika udara gedung bersih, maka sarang walet tetap putih bersih. Jikaudaara gedung kotor maka, sareang walet akan “terkontaminasi” udara kotor itu sehingga sarangwalet pun, akhirnya menjadi kotor, berwarna keruh. Jika udara tersebut sangat kotor, maka sarangakan berwarna coklat mirip warna kardus.Kenapa udara gedung bisa kotor? Jika terlanjur kotor, bagaimana caranya agar udara menjadi bersih? Saya akan menggambarkan kondisi dua gedung ini. Kondisi gedung Mr X sbb : Gedung initerdiri 2 lantai dengan ukuran 12 m X 25 m. Tebal dinding gedung sekitar 50 cm ( 1 batu). Tinggiruang 4 meter., dengan lainati keramik. Tata ruang bersekat kain. Seluruh dinding tak ada fentilasiudara. Satu-satunya sirkulasi udara melalui lubang pintu masuk burung yang terletak di lantai atas,dengan ukuran 60 Cm X 100 cm. Jumlahj burung puluhan ribu. Kotoran burung dibersihkan 1 bulansekali. Kelembapan ruangan sangat tinggi karena menggunakan 4 buah mesin kabut.Sementara kondisi gedung Mr Y sbb. Gedung hanya 1 lantai dengan ukuran 16 m X 20 M. Dindinggedung tembok dengan ketebalan 40 cm. Tak ada ventilasi udara. Gedung Mr Y ini semula rumahtinggal. Karena dibangun di pinggir sungai maka desain rumah tinggal tersebut harus bertiang banyak dan sekitar 2 meter dari ketinggian air. Orang menyebutnya rumah panggung. Setelah dihuni burung walet, rumah tinggal berdinding papan ini “dibungkus” tembok. Sebelumnya gedungwalet ini berlantai papan, namun lama kelamaan papan lapuk. Kemudian Mr Y membongkar lantai papan, sekarang tinggal kerangkanya saja. Wal hasil kotoran burung jatuh langsung di tanahlumpur. Jika air sungai pasang, maka lantai penuh air , jika iar sungai surut, maka tanah akankelihatan. Menurut anada bagaimana solusinya?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment