About Me

My photo
Indonesia
Alamat: Jl. Andi Nohong No.51 , Panreng, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kode Pos 91652. Email : kaharuddin.anwar@gmail.com FB : Kaharuddin Anwar Pin BBM : 53BBE933 atau lewat telpon/sms di: LINE, WHATSAPP, WECHAT (aktif) 082332115544 dan 081342115544

Sunday, July 22, 2012

Panen Sarang Burung Walet Cuci Gudang

Apa yang dimaksud panen cuci gudang? Apa manfaatnya? Kapan waktu yang tepat untuk panencara ini ? Apakah manfaat ekonomi dengan dilakukan panen seperti ini? Saya harus menjelaskanterlebih dulu pengertian panen sarang cuci gudang. Merujuk pengertian “cuci gudang” pada sebuahtoko besar misalnya, yaitu mengeluarkan semua barang-barang stok lama yang ada di dalamgudang. Barang stok lama perlu dikeluarkan karena sudah t “out of date” lagi. Barang stok lamasudah kedaluarsa tanggal batas pakainya alias sudah ex periode.Maka panen sarang cuci gudang yang saya maksudkan tidak jauh dari pengertian di atas, yaitumengeluarkan sarang walet “stok lama” yang sudah berwarna kuning keruh, yang dagingnya tebal bertumpuk-tumpuk karena dilapis berulang kali sebab digunakan berulang kali pula. Sarang lamaini disebut pula sarang “bakpao”. Meskipun bentuknya tebal, namun harganya murah.Dalam budidaya walet, pada tahun pertama & tahun kedua sebaiknya tidak dilakukan penan sarang.Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada walet untuk berkembang biak memperbanyak populasi dulu. Saya sering menjelaskan : pada tahun pertama & tahun kedua, sebaiknya kita“memproduksi burung” terlebih dulu. Baru pada tahun berikutnya, “memproduksi sarang”. Jika pada tahun pertama & tahun kedua, tahapan “memproduksi burung” bisa tercapai, yakni perkembangan populasi walet berkembang secara bagus, maka jumlah burung secara otomatis tentuakan menjadi banyak. Maka otomatis pula pada tahun berikutnya, populasi burung yang sangat banyak itu pasti akan membuat sarang.Dari alasan inilah, mengapa pada tahun pertama dan tahun kedua, sebaiknya tidak dilakukan panensarang walet, agar walet secara bebas berkembang biak tanpa mengalami gangguan karena dipanensarangnya. Pada tahun ketiga, sudah saatnya dilakukan panen cuci gudang, Yaitu secara bertahapmemanen seluruh sarang walet. Tahapan panen ini sebagai berikut : Misalnya tanggal 1 Junidilakukan panen cuci gudang. Teknisnya 1 ) Petiklah sarang yang kosong yang sudah dipakai(panen tetasan). Tandanya, bagian dalam sarang sudah licin. Ini bisa dirasa/ diraba dengan jaritangan. 2) Petik pula sarang yang ada 2 telur (panen buang telur). Sarang yang ada piyiknyatinggalkan jangan di petik dulu. Demikian pula sarang yang baru ada 1 telur, jangan di petik.Biarkan dulu tunggu hingga sarang sudah ada 2 telur.Sarang yang baru dibuat walet jangan di petik. Teknis ini tidak merekomendasikan teknik panenrampasan. Lakukan hal yang sama 10 hari kemudian, yaitu tgl 10 Juni. Kemudian panen berikutnyadilakukan pada tgl 20 Juni dan 30 Juni. Dari penjelasan di atas, dapat di simpulkan, panen dilakukanselama 1 bulan penuh, yaitu per-10 hari dalam 1 bulan. Yaitu tgl 1, tgl 10, tgl 20 dan tgl 30 Juni.Jika pada tgl 30 Juni ini masih ada sisa sarang, biarkan saja.Panen cuci gudang ini dilakukan pada bulan-bulan kemarau, dimana kualitas telur kurang baik.Pada bulan kemarau ini, faktor makanan relative sedikit dan ini amat berpengaruh pada kualiatasreproduksi walet.Lakukan panen sarang paling lama 3 jam dalam 1 hari, agar walet tidak terlama lama “menunggu didepan pintu”. Jika terlalu lama walet bisa marah, karena merasa terganggu cukup lama. Secaraekonomi panen cuci gudang ini akan “menguntungkan” karena jumlah panenan akan lumayan banyak

No comments:

Post a Comment