About Me

My photo
Indonesia
Alamat: Jl. Andi Nohong No.51 , Panreng, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kode Pos 91652. Email : kaharuddin.anwar@gmail.com FB : Kaharuddin Anwar Pin BBM : 53BBE933 atau lewat telpon/sms di: LINE, WHATSAPP, WECHAT (aktif) 082332115544 dan 081342115544

Sunday, July 22, 2012

Sarang Walet Sudut Ganda

Burung walet pada umumnya membikin sarang secara rapi di papan sirip. Walet akan membangunsarang dengan menjaga jarak sekitar 5 sampai 10 cm dari sarang walet lain. Masing-masing waletmemiliki kapling. Namun lain halnya jika populkasi walet di sebuah gedung sangat padat. Pastiakan terjadi rebutan kapling. Pernahkah anda menemui sarang walet bersusun dua.? Sarang bersusun disebut juga sarang ganda, atau sarang bertumpuk dua di mana sarang yang di bagian bawah tak berfungsi lagi karena terhalang oleh sarang di atasnya.Umumnya kasus ini terjadi padasarang sudut. Dimana walet membikin sarang baru dengan cara menumpang pada sarang lama yangdi bawahnya. Padahal sarang lama tersebut sudah ada 2 butir telur. Jadi, bentuknya lucu. Di bagiantengahnya ada 2 butir telur yang sudah mati embrionya. Dua sarang sudut bertumpuk menjadi satu.Kasus ini memang merugikan pemilik gedung. Sebab nilai jualnya relative murah.Ada beberapa hal yang bisa dijelaskan atas kasus sarang ganda ini. Pertama : populasi walet digedung tersebut sudah padat atau sangat padat, sehingga walet berebut tempat bersarang. Papansirip yang tersedia sudah terisi penuh oleh sarang. Tempat bersarang sudah habis. Padahal populasiwalet terus bertambah. Sementara pemilik gedung lambat mengantisipasi dengan menyediakanruang baru. Maka di ruang itu populasi walet padat sekali. Akhirnya yang kuat mengusir yanglemah.Kedua : walet yang kuat merebut sarang yang sudah ditempati oleh walet yang lemah. Biarpunsarang walet lemah ini sudah ada telurnya, namun walet kuat tak peduli. Akhirnya walet yang lemahmengalah, mencari tempat lain. Karena papan sirip sudah penuh sarang, walet lemah akanmembangun sarangnya di dinding tembok bawah papan siri atau. di balok semen.Kasus berebut sarang, juga terjadi pada gedung walet di Jawa, di Bali, Sulawesi dan daerah dimana populasi walet dan seriti berkembang. Di daerah tersebut satu gedung berisi dua jenis burung, yaituseriti dan walet. Secara fisik postur tubuh burung seriti lebih kecil dibanding walet. Selain itukemampuan produksi liurnya juga sedikit, sekitar 15 % dibanding walet. Oleh karena jumlahliurnya sedikit, maka burung seriti membikin sarangnya menggunakan rumput kering, daun pinus,daun cemara. Kadang seriti membikin sarang dari tali rafia, plastik, kapuk, lumut, dan lain-lain.Perkembang-biakan burung walet di gedung yang sudah ada burung seritinya, dilakukan dengancara putar telur, yaitu mengganti telur seriti dengan telur walet. Burung seriti dimanfaatkan sebagaiinduk angkat yang mengerami telur walet dan membesarkan anak-anak walet hingga bisa terbang. Namun apa yang terjadi? Fisik burung seriti yang kecil, sering jadi “bulan-bulanan” burung waletyang mulai tumbuh dewasa. Memasuki masa reproduksi walet akan meminjam paksa sarang serititempat dimana dia dibesarkan. Seriti dipaksa pergi. Sarang seriti akan ditebalkan dengan liur waletmuda itu. Karena fisik walet lebih kuat, ia dengan gampang mengusir seriti.Oleh karena itu, kita harus mengantisipasinya. Jika gedung tersebut memang sudah padat, harusdibuatkan ruangan baru agar populasi walet menyebar tidak berjubel. Pada gedung yang populasiseriti dan walet padat, juga perlu ruang baru. Seriti lebih cenderung di suhu yang tinggi, denganruangan yang kelembapannya rendah dan cahaya yang terang atau remang. Biarpun harga sarangseriti murah, namun burung ini ada manfaatnya juga. Sebagai mesin tetas penambah populasi walet.Maka jangan sampai burung ini pindah ke gedung lain

No comments:

Post a Comment