About Me

My photo
Indonesia
Alamat: Jl. Andi Nohong No.51 , Panreng, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kode Pos 91652. Email : kaharuddin.anwar@gmail.com FB : Kaharuddin Anwar Pin BBM : 53BBE933 atau lewat telpon/sms di: LINE, WHATSAPP, WECHAT (aktif) 082332115544 dan 081342115544

Sunday, July 22, 2012

Walet pulang malam

Jam 17.30 WIB pertengahan Juli tahun lalu, HP saya berdering. Edison telpon dari belakang gedung waletnya yang terletak di Muara Bulian. “Mohon maaf pak Arief, mau bertanya, kenapa sampai jamsegini walet saya belum pulang?”, kata Edison terputus-putus karena sinyal kurang bagus. EdisonPemilik Toko Amazon-Jambi ini mengamati secara rutin perkembangan gedung waletnya, yangsejak dioperasionalkan 17 Agustus 2008. Pemuda berambut cepak ini pantas tegang. Sebab, bukankah ini bulan Desember? Bukankah bulan musim hujan? Bukankkah banyak serangga?Kenapa walet pulang malam?Muara Bulian adalah salah satu sentra walet yang mulai berkembang. Kota kecil ini dapat di tempuh1 jam perjalanan dari Jambi. Beberapa gedung walet mulai tumbuh. Ruko-ruko di jalur Jambi-Padang ini bagian atasnya di manfaatkan untuk budidaya walet. Peraturan daerah setempatmengatur, agar pemandangan kota tidak mati, maka wajah gedung walet harus terlihat cantik.Bujang adalah tangan kanan Edison. Anak muda usia 25 tahun ini sehari-hari sebagai penjaga danmerawat gedung walet. Tugas rutin Bujang adalah menghitung tiap pagi dimulai sekitar jam 5subuh. Bujang akan mencatat berapa jumlah burung yang keluar gedung. Burung yang keluar pagihari itulah yang semalam menginap Sejak mencari lokasi untuk membangun gedung walet, Edison memang sudah meminta kesediaan saya sebagai konsultan. Desain gedungnya saya gambar dengan cermat. Jika suatu hari andamelintas di Muara Bulian, gedung 3 lantai bercat hijau muda beratap genteng kodok, berdiri megahdan anggun di pinggir kota. Pada bulan Desember 2008 usia gedung baru berumur 5 bulan, namun sudah sekitar 170 ekor walet yang menginap. Dengan counter hand di genggaman, tiap subuhBujang sudah stand bay focus memperhatikan pintu burung., untuk menghitung satu per satu burungwalet yang keluar. Bujang mencatatnya di kalender, tanggal 10, burung yang menginap sekian,tanggal 11 yang menginap sekian, dan seterusnya.. Data Bujang sangat akurat. Saya di Semarangsecara rutin mendapat laporan kemajuan via SMS.Maka, ketika jam 17.30 sore burung walet nya belum pulang, Edison sangat gelisah. Bujangpun ikutrisau. Kemana waletnya? Hilang ? Kabur? Tak mau pulang? Atau masuk ke gedung tetangga?Edison berulang kali melihat jam tangannya. Jarum jam terus bergerak. Jam 18.30 burung mulai pulang. Menurut Edison jumlahnya tidak banyak. Burung masuk ke gedung tapi tidak seperti biasanya. Tidak ramai. Tapi masuk satu demi satu. Edison tetap berdiri. Kaki sudah mulai pegal.Leher juga ikut tegang. Esok subuh Bujang kembali menghitung berapa yang menginap.Alhamdulillah tetap utuh, bahkan tambah 5 ekor.Walet pulang malam karena faktor cuaca. Meskipun bulan Desember, tidak berarti serangga berlimpah ruah. Pada puncak bulan hujan ini justru keberadaan serangga jumlahnya menipis. Sebab jika hujan deras terus mengguyur, bisakah serangga hidup dan berbiak? Puncak bulan hujan sangattidak menguntungkan bagi walet karena serangga jumlahnya relative sangat sedikit. Karena jumlahserangga sedikit, maka walet harus tetap mencari makan biarpun hari mulai petang. Sebagian waletsudah merasa kenyang lalu mulai pulang. Sebagian yang lain karena merasa belum kenyang tetapmeneruskan aktivitasnya berburu serangga sampai limit time. Akhirnya sampai di gedung, mataharisudah lama terbenam

No comments:

Post a Comment